(SANG
PENAKLUK BENTENG KONSTANTINOPEL)
Biografi Singkat Sang Penakluk Benteng
Konstantinopel
Muhammad al-Fatih pun tumbuh menjadi seorang pemuda yang
perkasa dan saleh di bawah didikan ayah dan guru-gurunya. Tinggi badannya
sedang-sedang saja, namun anggota tubuh beliau menceritakan keperkasaannya.
Muhammad al-Fatih sangat mahir mengendarai kuda dan pandai memainkan senjata.
Beliau dikenal sebagai sosok yang pemberani, adil dalam memutuskan perkara,
dalam pengetahuan agama dan sastranya, zuhud lagi wara’ terhadap dunia, serta
memiliki pandangan ke depan yang tajam. Sang penakluk Konstantinopel ini juga
sangat rajin beribadah. Beliau jarang sekali shalat kecuali di Masjid Jami’.
Beliau juga dikenal sebagai penguasa yang dekat dengan Ulama’.5
Semenjak kecil, Sultan Muhammad telah mengamati upaya-upaya
ayahnya, Sultan Murad II, untuk menaklukkan Konstantinopel. Beliau juga
mengkaji usaha-usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam ke arah itu,
sehingga menimbulkan keinginan yang kuat dalam dirinya untuk meneruskan
cita-cita umat Islam. Ketika beliau naik tahta -pada usia yang sangat muda-
menggantikan ayahnya pada tahun 855 H, beliau mulai berpikir dan menyusun
strategi untuk menaklukkan Konstantinopel6.
Benteng Konstantinopel
Konstantinopel, adalah salah satu bandar terkenal di dunia.
Semenjak kota ini didirikan oleh maharaja Bizantium yakni Constantine I, ia
sudah menyita perhatian masyarakat dunia saat itu; selain karena faktor
wilayahnya yang luas, besar bangunannya, kemegahan dan keindahan arsitekturnya,
Konstantinopel juga memiliki kedudukan yang strategis. Hal ini yang membuatnya
juga mempunyai tempat istimewa ketika umat Islam memulai perkembangannya di
masa Kekaisaran Bizantium. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah
memberikan kabar gembira tentang penguasaan kota ini ke tangan umat Islam,
seperti dinyatakan oleh beliau dalam hadistnya.
Dibalik kemegahan Kota ini, Konstantinopel juga dikenal
memiliki pertahanan militer yang terkenal kuat. Benteng raksasa yang berdiri
kokoh, disertai para prajurit yang siap dengan berbagai macam senjatanya,
selalu siap menyambut setiap pasukan yang hendak menyerang benteng ini. Tidak
ketinggalan, galian parit yang besar membentang mengitari benteng ini, semakin
menambah kesan bahwa kota ini mustahil ditaklukkan. Cukuplah
kegagalan-kegagalan ekspedisi jihad umat Islam sebelumnya untuk menguasai kota
ini, sebagai bukti akan ketangguhan pertahanannya.7
Namun semua ini tidak membuat semangat Sultan Muhammad
Tsaniy menjadi surut. Beliau yakin mampu mewujudkan impian umat Islam untuk
menaklukkan benteng itu. Selain berbekal doa dan tawakkal kepada Allah, beliau
juga menyiapkan taktik-taktik pertempuran yang matang disertai angkatan perang
dalam jumlah besar untuk menaklukkan Konstantinpel.
0 komentar:
Posting Komentar